Post Top Ad

LightBlog

Friday, September 6, 2013

Terdapat dua perbedaan ideologi, yaitu Ideologi Tertutup dan Ideologi Terbuka.


Ideologi tutup adalah ideologi yang bersifat mutlak. ideologi ini memiliki ciri antara lain :
  1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melaikan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk merubah masyarakat.
  2. Bersifat totaliter, artinya mencakup atau mengurus semua bidang kehidupan. Karena itu, ideologi tertutup ini cenderung cepat-cepat berusaha menguasai bidang informasi dan pendidikan, sebab kedua bidang tersebut merupakan sarana efektif untuk mempengaruhi perilaku masyarakat.
  3. Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan, hak asasi tidak dihormati.
  4. Menuntut masyarakat untuk memiliki kesetiaan total dan kesediaan untuk berkorban bagi ideologi tersebut.
  5. Isi ideologi tidak hanya nilai-nilai dan cita-cita, tetapi tntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, mutlak dan total.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak mutlak. Ideologi ini memiliki ciri, antara lain:
  1. Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat (falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologi sekelompk orang melainkan kesepakatan masyarakat.
  2. Tidak di ciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri, ia adalah milik seluruh rakyat, dan bisa digali dan ditemukan dalam kehidupan mereka.
  3. Isinya tidak langsung operasional. Sehingga, setiap generasi batu dapat dan perlu menggali kembali filsafah tersebut dan kembali mencari implikasinya dalam situasi kekinian mereka.
  4. Tidak pernah memaksa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melaikan mengispirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu.
  5. Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Bertolak dari ciri-ciri diatas, bisa dikatakan bahwa Pancasila memenuhi semua persyaratan sebagai ideologi terbuka. Hal ini dijelaskan, pertama, Pancasila adalah pandangan hidup yang berakar pada kesadaran masyarakat Indonesia. Kedua, Isi Pancasila tidak langsung operasional artinya kelima nilai dasar Pancasila itu berfungsi sebagai acuan dan dapat ditafsirkan untuk mencari implikasinya dalam kehidupan nyata. Ketiga, Pancasila bukan ideologi yang memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat. Keempat, Pancasila juga bukan ideologi totaliter dan kelima, Pancasila menghargai pluralitas.
Meskipun Pacasila memiliki watak sebagai ideologi terbuka, harus diakui bahwa Pancasila pernah dijadikan sebagai ideologi tertutup. Pada masa orde baru Pancasila digunakan penguasa sebagai cara untuk melakukan tipu daya guna menyembunyikan, kepentingan, mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan. Pengalaman itu memberikan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia: ketika dijadikan sebagai ideologi tertutup, Pancasila cenderung kehilangan daya tarik dan relevansinya.

0 comments:

Instagram


Popular Posts

Blog Archive

Translate