Post Top Ad

LightBlog

Thursday, June 13, 2013





















Berbagai metode dilakukan orang tua untuk mendidik anak, agar tumbuh menjadi anak yang sholeh. Ada yang menginginkan anaknya sekolah di Pondok Pesantren, ada yang ingin disekolahkan di Sekolah Islam dan ada yang ingin anaknya disekolahkan di sekolah mahal, yang mempunyai fasilitas lengkap sehingga anak mendapatkan Pendidikan Intelektual yang tinggi, dan dapat pula mempelajari ilmu agama, karena mereka dari keluarga yang berkecukupan.

Dalam Al-Quran anak disebutkan dalam dua kemungkinan yaitu Enak Dipandang (QURROTA A’YUN) atau menjadi Musibah/Ujian (FITNAH) bagi kedua orang tuanya, Namun Rasulullah SAW pernah bersabda :

“ Setiap bayi itu dilahirkan dalam keadaan Fitrah, akan tetapi kedua orang tuanyalah yang menjadi ia berubah menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi” ( HR. BUKHORI MUSLIM ).

Siapakah anak yang sholeh itu ? apakah ia seorang anak yang pintar di sekolah, yang hafal Al-qur’an, ataukah yang ahli Fiqih ? Hal itu biasa saja, tetapi anak yang sholeh adalah anak yang selalu mengerjakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam dengan ikhlas. Anak Sholeh adalah Investasi bagi orang tuanya, karena doanya akan terus mengalir sepanjang ia memohon ridlo Allah untuk kedua orang tuanya. Sebagai orang tua kita pun harus berdoa agar senantiasa diberikan anak yang baik dan sholeh. Dalam Al-Quran surat Ali Imron : 38 terdapat doa yang artinya berbunyi sebagai berikut :

“ Ya Tuhanku berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik. sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa ”.

Jangan biarkan anak-anak kita terjerumus kemaksiatan, karena kehilangan mereka sama saja kehilangan masa depan kita. Sementara itu berbagai pengaruh seperti Seks Bebas, Narkoba, Pornografi bahkan tayangan Televisi yang menyesatkan terhidang didepan mata kita. jika anak kita memakannya dengan begitu saja maka jadilah mereka The Lost Generation ( Generasi Penerus yang Hilang ). Meski Gizi anak tinggi, sekolah ditempat yang mahal, semua itu tidak menjamin dari aneka kemaksiatan. Pendidikan anak tidak cukup hanya diserahkan kepada seorang Guru, atau Ustadz, karena pengajaran di rumahlah yang lebih penting. Tauladan dan Pembiasaan sikap yang benar secara praktis menurut agama merupakan bahasa yang mudah mereka pahami.

Menurut pandangan Islam memberikan tauladan yg baik terhadap anak-anak kita adalah metode yang sangat membekas, sang anak yang melihat kedua orang tuanya marah, bertegang urat dan emosi, tidak mungkin ia akan belajar sabar. Sang anak yang melihat orangtuanya bersikapkeras dan bengis, tidak mungkin ia akan belajar kasih sayang. Sang anak akan tumbuh dalam kebaikan, akan terdidik dalam keutamaan akhlaq, jika ia melihat kedua orangtuanya memberikan Tauladan yang baik.
Bagaimana dengan kita sebagai orangtua ? Sudahkah kita menjadi imam untuk keluarga? Sudahkah kita memimpin mereka Sholat di rumah, memimpin doa ketika akan makan bersama? Sudahkah kita bisa menahan amarah ? Bisakah kita menahan hawa nafsu dan menjadi seseorang yang sabar dan kasih sayang terhadap keluarga ? Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa keluarga ideal adalah keluarga yang penuh Sakinah (Ketenangan), Mawaddah (Kecintaan) Warahmah (Kasih Sayang) artinya keluarga itu dibangun untuk mendapatkan Ridlo Allah. Konsekwensinya semua anggota keluarga harus berusaha mengikuti ketentuan-ketentuan Allah.

Dengan cara seperti ini Inssya Allah akan diperoleh ridlonya untuk mendapatkan anak yang Sholeh.


Tertanda
 H. Achmad Anshori

0 comments:

Instagram


Popular Posts

Blog Archive

Translate